KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
258. Benediktus XV (1914-1922)
Benediktus lahir di Genoa, Pegli pada 21 November 1854, dengan nama Giacomo della Chiesa. Terpilih menjadi paus pada 6 September 1914. Ia merupakan seorang pribadi yang tertutup , tetapi seorang pekerja yang tidak kenal lelah. Ia terpilih untuk memimpin Gereja saat Eropa porak poranda selama masa tragis Perang Dunia I (1914-1918). Ia berusaha menjadi pembawa damai. Ia terus menerus menyerukan perdmaian yang tidak pernah diperhatikan orang dan sering disalah mengerti, khususnya ketika ia menyebut perang sebagai “pembantaian tak berguna”. Oleh karena itu, ia tidak memihak kepada siapapun dan ini menimbulkan kebencian dan dendam terhadap dirinya. Namun ia luar biasa dalam menolong korban perang: menjadikan Vatikan pusat informasi dan pusat bantuan dalam segalam hal.
Perdamaianpun ditandatangani, dan tahun-tahun sesudah ia sibuk dengan usaha-usaha pembangunan kembali. Ia membangun hubungan yang lebih normal dengan Negara Italia demikian juga hubungan diplomatic baru dengan Perancis serta mengintensifkan hubungan dengan Inggris dengan membuka kembali perwakilan di Vatikan setelah tiga setengah abad terputus.
Meskipun kesibukannya menangani masalah-masalah peperangan, ia tidak pernah lalai menjalankan kewajibannya memimpin Gereja. Ia mengecam Modernisme seperti yang telah dikecam oleh Paus Pius X. ia mendirikan Kongregasi untuk Gereja-gereja Timur dan Universitas Hati Kudus di Milan. Ia mendukung Partai Populare Italia dan sangat aktif membangun rekonsiliasi antar Negara-negara Eropa. Ia membangun juga hubungan persaudaraan dengan Gereja-gereja Kristen Ortodoks di Rusia dan seluruh Negara. Namaun, diplomasi paus ini kurang dihargai oleh Negara-negara Eropa Barat, justru Negara seperti Turki yang sangat menghormatinya. Pada tahun 1917 ia mengumandangkan Hukum Kanon yang baru. Tahun 1920 Pemerintah Istambul mendirikan sebuah patung Benediktus. Ia wafat pada 22 Januari 1922 karena radang paru-paru.
|